Bismillahirrahmaanirrahiim...
Assalamualaikum,
Musafiruun... Gimana kabarnya? Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada
kalian dan selalu sehat ya... :) Aamiin yaa Rabb...
Kali ini aku
akan membahas tentang satu hal yang paling penting dan berharga bagi semua
manusia yang ada di bumi ini. Kalian tahu masalah apa itu? Ya, pasti dong, tuh dari judulnya saja udah ketahuan. Hehe...”Cita-cita..” Jreng-jreng...
Sebelumnya, aku
hendak mengucapkan segala puji hanya milik Allah. KepadaNya aku memohon
pertolongan dan meminta hidayah. Aku juga berlindung kepada Allah dari
keburukan jiwaku dan kejelekan amalku. Dan shalawat serta salam kepada
junjungan nabi akhir zaman Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam...
Dulu ketika aku
kecil, kira-kira masih SD, kalo ditanya aku mau jadi apa, pasti jawabnya adalah
mau jadi dokter. (Sebenarnya kalo sakit nggak mau ke dokter karena takut
sama suntikannya, hehe..) Pokoknya aku mau jadi dokter dan nggak mau jadi
guru. Kenapa? Karena aku sangat takut dan malu sekali kalau berjumpa dengan
guruku baik di dalam terlebih lagi di luar kelas. Aku akan bersembunyi dan lari
kalau ketemu mereka. Hiii,, Mereka memang menakutkan. Rasanya lebih senang
bertemu dengan hantu ketimbang bertemu dengan guruku... Padahal aku juga
dulu takut sekali dengan hantu sih.. hihihihi... Kebanyakan nonton pelem
hantu nih..!
Biasalah, ya..
Orang Indonesia memang punya banyak sekali jenis hantu-hantu di otak mereka.
Padahal mah kalo difikir, hantu itu gak ada. Yang ada adalah jin-jin
“jahil” yang menjelma dan menampakkan diri menurut pemikiran manusia. Mereka
bisa merubah diri mereka menjadi apa saja ke dalam berbagai macam bentuk dan
menakut-nakuti manusia. Sehingga muncul-lah nama-nama aneh yang bermacam-macam,
entah itu pocong, kuntil anak, sundel bolong, gerandong, tuyul, dan masih
banyak lagi. Orang-orang bule mana tahu tentang yang beginian, catat: hanya ada
di Indonesia, hehe. Exclusive! Katanya sih begitu. Yah, masalah hal-hal
yang ghaib mah hanya Allah saja yang tahu, Wallahu ‘alam bis showwab.. Waduh,
kok jadi ngebahas hantu sih, hehe...
Baiklah, jadi
itulah alasan mengapa aku (dulu) tidak mau bercita-cita menjadi seorang guru.
Aku tidak pandai berbicara di hadapan orang banyak. Aku tidak mau menjadi pusat
perhatian yang berpuluh-puluh pasang mata menatap diriku. Aku sangat pemalu
sekali, tapi sekarang malah malu-maluin, hehe...
Aku ingat
sekali dulu pernah disuruh maju ke depan kelas lalu menjelaskan tentang
pelajaran matematika (kalau tidak salah), tapi setelah aku maju dan berada di
hadapan sekitar 40 siswa di kelas tersebut, aku diam saja seperti patung sama
sekali tidak (bisa) berbicara sepatah katapun. Semua teman sekelasku bingung.
Ada yang tertawa, tersenyum-senyum, ada yang melotot, dan entah apalagi... Aku
masih tetap saja diam, bukan karena tidak mengerti akan materi pelajarannya,
tapi memang aku tidak bisa berbicara di depan orang banyak. Aku malu. Akhirnya
diam saja seribu bahasa.
“Ayo mulai, kok
diam saja!” tanya guruku (agak sedikit killer sih. Cukup mengerikan.)
“Nggak bisa
ngomong buk.” Jawabku gemetaran.
“Lha, itu
barusan ngapain? Itu kan juga ngomong. Kamu nggak bisu kan?” tanyanya lagi.
Aku makin
gemetar, rasanya pengen roboh tubuhku ini. Akhirnya dengan sangat tidak
memuaskan aku berhasil sedikit saja menjelaskan tentang pelajaran tersebut.
Lalu aku disuruh duduk kembali. Yey! Aku bebas...!!!
Ya, itulah aku.
Dulu aku sangat tidak percaya diri. Sangat pemalu. Aku lebih condong
menuliskannya daripada harus banyak berkata-kata. Menjadi seorang guru
kelihatannya harus banyak berkata-kata, sehingga membuatku pesimis bisa menjadi
seorang guru. Aku phobia sekali dengan guru. Aku tidak mau menjadi guru.
Namun semua itu
berakhir ketika aku masuk sekolah menengah atas. Aku bersekolah di SMK
Negeri 1 Kotabumi, Lampung. Lokasinya jauh dari rumah orangtuaku, kira-kira
1 jam perjalanan dengan bis. Aku tinggal di kamar kost yang berdekatan dengan
sekolah. Seminggu sekali aku pulang ke rumah, sehingga jadilah aku seorang
bocah yang mandiri dan tidak pemalu lagi.
Pada saat
awal-awal, sangat berat sekali bagiku untuk jauh dari orangtua. Harus mengurus
berbagai macam kebutuhan sendiri, pokoknya beraaaaaat betul. Untungnya nih, meskipun
waktu itu aku nge-kost, tapi aku tidak tinggal sendirian, Alhamdulillah..
Namun tinggal bersama keluarga ibu kost tersebut. Jadi, aku menjadi keluarga
baru bagi mereka. Aku juga merasa seperti mempunyai adik-adik dan kakak baru
(anak-anak ibu kost itu, hehe), kami tinggal bersama, makan bersama, sudah
menjadi seperti keluarga sendiri.
Terlebih lagi
disana ada seorang nenek (ibunya ibu kost) yang sangat-sangat-sangat baik dan
perhatian sekali kepadaku. Aku merasa seperti cucu kandungnya. Aku
memanggilnya, mbah Mini. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan mbah Mini
dan memanjangkan umurnya dan sehat selalu. Aamiin... Aku tinggal bersama
keluarga tersebut sejak masuk sekolah sampai akhirnya lulus selama tiga tahun.
Kenanganku bersama keluarga mereka memang tidak mudah terlupakan...
Kemudian di
sekolah, aku masuk jurusan Akuntansi di SMK tersebut. Disana aku banyak belajar
ilmu keuangan yang penuh dengan kejutan. Awalnya aku tidak tahu-menahu apa itu
akuntansi (dulu aku menyebutnya akutansi, itu salah. Yang benar adalah
aku-N-tansi, ada “N” nya). Aku belajar tentang perpajakan dan perbankan. Aku
belajar tentang keuangan perusahaan kecil dan besar, juga tentang saham dan
rekonsiliasi bank. Pokoknya semua tentang keuangan. Akan tetapi, belajar
akuntansi itu ialah menghitung uang yang tidak ada. Kenapa? Karena meskipun
berjuta-juta, atau bermiliar-miliar jumlah uang yang kita hitung, tapi tetap
saja uang tersebut tidak ada secara nyata. Hehe... Itu hanya sekadar simulasi
apabila nanti kita di-amanahi untuk menghitung akumulasi keuangan perusahaan
yang banyak sekali.
Tentunya aku
juga belajar bersama guru-guru yang sabar dan kompeten di bidang itu. Aku
sangat senang sekali. Mungkin sesenang Nobita yang memiliki Doraemon sebagai sahabatnya,
bahkan lebih dari itu. Hehe... Semoga Allah memberkahi ilmu-ilmu yang mereka
sampaikan. Aamiin yaa Rabb...
Aku ingin selalu mengenang dan mengingat para pahlawan tanpa tanda jasaku di bidang akuntansi, yaitu ibu Humrayani bersama pak Ahmad Yani, ibunda guru Mardalena, ibu Yuli, pak Antonius, pak Suwarna, .........
Untuk kegiatan
di luar sekolah, aku aktif sekali. Aku mengikuti tiga sekaligus kegiatan ekstrakurikuler yang padahal sekolah hanya mengizinkan satu saja untuk diikuti. Tapi
aku seorang divergent, hehe... Aku bergabung di ROHIS, VEC (Vocational
English Club : English Debate), dan Kesenian (bidang seni tari).
Di
kegiatan-kegiatan itulah, aku belajar untuk aktif berbicara di hadapan orang banyak.
Tidak malu-malu lagi. Mula-mula aku berbicara dengan senior dalam
berorganisasi, kemudian berbicara di depan junior lalu akhirnya tidak
tanggung-tanggung, aku berbicara di halaman sekolah di depan satu warga sekolah
pada acara promosi ekstrakurikuler untuk adik-adik tingkat. Aku tampil sebagai
penari daerah (aku tersenyum sendiri kalau ingat ini), yaitu tarian asli daerah
Lampung [tari bedana] yang berpasangan sebanyak delapan orang. Aku juga
mewakili Rohis dengan menampilkan sebuah nasyid. Untuk English Debate, aku
berbicara (sok berbahasa Inggris) di khalayak ramai yang aku juga tidak terlalu
paham apa yang sedang aku bicarakan, terus aja ngomong entah mereka mengerti
atau tidak. Hehe..
Yang membuat
bingung adik-adik tingkat adalah, tadi kepala sekolah bilang bahwa siswa hanya
diperbolehkan mengikuti satu saja kegiatan, tapi aku kok masuk ke dalam tiga
kegiatan ya?! Sehingga tiga kali aku mewakili penampilan. Hihihi..
Entahlah,
tiba-tiba saja aku menjadi overacting dan multi-tasking begini.
Mungkin sebagai pelampiasan dari sikapku sebelum-sebelumnya bahwa dulu aku
adalah anak yang minder, pesimis, tidak percaya diri, pemalu, pendiam, dan
lain-lain. Tetapi tidak untuk kali ini. Hehe.. Alhamdulillah for
everything..
Seiring
perjalanan waktu, aku mulai memikirkan lagi akan jadi apa diriku kelak ketika
aku bekerja. Keilmuanku dalam bidang akuntansi cukup menggembirakan, aku pernah
meraih juara tiga lomba akuntansi tingkat sekolah dan hampir mewakili sekolah
untuk maju dalam lomba LKS [Lomba Kompetensi Siswa] di bidang akuntansi, namun
dalam waktu yang bersamaan, aku terpilih sebagai anggota debat berbahasa
Inggris yang juga dalam ajang LKS tersebut, tetapi aku lebih memilih debat. Dan majulah
aku sebagai seorang peserta debat berbahasa Inggris.
Bisa
dibayangkan, aku dulu seorang anak yang pemalu sangat-sangat, kemudian berganti
menjadi anak yang suka ngomong, terlebih lagi berdebat, dan itu disaksikan oleh
orang banyak. Ketika masuk ke final, kami sebagai peserta berbicara di atas podium panggung di depan khalayak ramai para penonton. Termasuk kedua orangtuaku juga menyaksikan kami karena lokasi perlombaan dekat dengan rumah orangtuaku.. Alhamdulillah, Hasilnya, pada tingkat kabupaten tim kami berhasil menjadi juara satu dalam lomba ini.
Sungguh, nikmat Allah begitu banyak berlimpah. Aku sangat bersyukur sekali. (Mohon maaf,
kawan. Sungguh tiada niat hati saya untuk berlaku sombong, astaghfirullah,
aku berlindung kepada Allah dari semua keburukan. Namun ambilah hikmah di balik
kisah pengalamanku ini ya..) J
Terimakasih
banyak saya ucapkan kepada guru pembimbingku (Bahasa Inggris) yang sabar, ulet,
tekun, baik, dan pokoknya keren... Ummi Sulistyani, dan Miss Susi Susilawati.
[Ketika aku duduk di SMP, aku paling benci sangat dengan pelajaran Bahasa Inggris. Tetapi, semua berubah ketika belajar di SMK, sampai-sampai ketika kini aku masuk kuliah, aku mengambil Program Studi : Bahasa dan Sastra Inggris.] Great!
[Ketika aku duduk di SMP, aku paling benci sangat dengan pelajaran Bahasa Inggris. Tetapi, semua berubah ketika belajar di SMK, sampai-sampai ketika kini aku masuk kuliah, aku mengambil Program Studi : Bahasa dan Sastra Inggris.] Great!
(Jazakillah khairan ummi Sulis, matur nuwun sanget untuk hari-hari sibuk yg telah diluangkan kepada kami, terutama aku yg NOL gede B. Inggris nya, kemudian bisa berani unjuk gigi, eeitss, maksud saya unjuk prestasi.. hihi... Perjuangan ummi dalam membantu kami tak kan pernah terbalas, yang menyisakan kenangan indah dan akan berurai air mata haru jika dikenang... hehe, Terimakasih untuk waktu dan ilmu yg Ummi berikan, mudah2an berkah... Aamiin...
Juga Ms Susi. Ms Susi super-duper keren Miss.. Cepat nyambung kalo mengajar, mudah paham.. hehe... Aku juga masih ingat bila menjelang mau lomba debat, bisa latihan berhari-hari, cari materi berinternet ria kesana kemari, yah aku jadi sok sibuk gitu... hehe, Well, no matter what, this is just a process, keep moving... be ready to fight. Pokoknya ada banyak pengalaman berharga yg pernah kita lalui, makasih banyak kedua Miss hebat-ku :)
Juga Ms Susi. Ms Susi super-duper keren Miss.. Cepat nyambung kalo mengajar, mudah paham.. hehe... Aku juga masih ingat bila menjelang mau lomba debat, bisa latihan berhari-hari, cari materi berinternet ria kesana kemari, yah aku jadi sok sibuk gitu... hehe, Well, no matter what, this is just a process, keep moving... be ready to fight. Pokoknya ada banyak pengalaman berharga yg pernah kita lalui, makasih banyak kedua Miss hebat-ku :)
Selain itu, aku
juga mengenal guru-guruku yang lain di sekolah tersebut, mereka semua hebat.
Aku terkadang bernostalgia mengingat mereka meskipun hanya dengan nama-nama. Aku
rindu dengan mereka. Ada sebagian dari mereka yang masih aku jumpai di media
sosial, sehingga aku masih bisa berkomunikasi bersama mereka. Aku senang
sekali.
Namun ada pula sebagian dari mereka yang sudah kembali ke sisi Allah, mudah-mudahan Allah mengangkat derajat mereka dan melapangkan kuburnya dan menempatkan mereka di SurgaNya, aamiin yaa Rabb...
Namun ada pula sebagian dari mereka yang sudah kembali ke sisi Allah, mudah-mudahan Allah mengangkat derajat mereka dan melapangkan kuburnya dan menempatkan mereka di SurgaNya, aamiin yaa Rabb...
Ada pak Anshori
(alm), pak Yusdek (alm), bu Juriah (almh), bu Elmayunis (almh), bu Nurmasari (almh), ........ :’(
Dan ada pula
kepala sekolah Pak A. Helmi, M.M. (sampai sekarang aku tidak tahu apa nama
depan “A” tersebut. Hehe...) Namun, sekarang sudah berganti dengan pak kepala
sekolah yang baru. Karena sudah lama aku tidak berkunjung ke sana, sehingga aku
belum tahu nama kepala sekolah yang baru. Maaf ya... :’(
Ada juga guru-guru yang super hebat yaitu, ada bu Lela Noviriani (Agama Islam),
bu Siti Fadiatun (Perkantoran), bu Hamidah (Agama Islam) dan pak Widodo
(Matematika), pak Hamid (B. Arab), bu Leni Lestari (Matematika), bu Septiana (B. Indonesia), pak
Sumadi (Komputer), Pak Saherozi (Olahraga) dan Bu Husnaini (IPS), Bu Alfis
(Matematika), Bu Anggraini, Pak Badar (Matematika), Pak Bowo Winarto
(Komputer-Akuntansi), Bu Desmi Ulfah (Komputer), Bu Dewi Sri (B. Indonesia), Bu
Zelda (BK), Bu Erlyna (Komputer), Bu Ema (Perkantoran), Pak Feri (Komputer), Bu
Harti (Penjualan), Bu Heny (B. Inggris), Pak Junaidi (BK), Bu Kristina (B.
Jepang), Pak Noviar (Matematika), Bu Nurjannah (Perbankan), Pak Purwaji
(Perkantoran), Bu Putriana Azri (IPA), Bu Revilia (B. Indonesia), Bu Ria Areni
(BK), Bu Sepriyanti (B. Indonesia), Bu Siti Rukayah, Pak Sihotang (Olahraga)
dan Bu Simarmata (B. Inggris), bu Syamsiah, pak Syukri (B. Indonesia), Bu
Wardania, Bu yeni Lela (IPS), Bu Wiyanti. Dan lain-lain, mungkin ada beberapa
guru baru (selamat datang di SMKN 1 Kotabumi) yang tidak bisa tersebutkan satu-persatu,
mohon maaf ya... ;)
Ada juga guru
yang tak kalah hebatnya yang pernah mengajariku Ilmu Pengetahuan Alam dan
Kesenian di SMK-ku, yaitu; Bunda Betty Indra Astuti dan pak Andi Saptono... :) :)
Banyak pengalaman baru yang pernah aku alami bersama kedua guruku ini, kami ke Jogja bersama kontingen Lampung dengan Mbak Nanik yang kami juluki si 'maniak belanja' (ooopss). [Maaf ya mbak, cuma bercanda.. hehe]
Aku sebagai penari berpasangan yang tidak disangka-sangka meraih juara dua tingkat provinsi, hihihi.. Alhamdulillah. Terus bikin drama dubbingan kelas yang agak 'weird' menurutku, soalnya jalan ceritanya nggak jelas. Selain itu ketika dipentaskan antara suara dubbingnya dengan gerakan mulut nggak sama. Soalnya lupa ngomong apa di teks skenarionya. hehe. Oh iya, Dulu juga aku pernah disuruh buat lagu lalu dinyanyikan sendiri, ketika tampil aku malah lupa dg liriknya, padahal itu lirik buatanku sendiri. haha.. dll. Aku pelupa banget orangnya ya.. huhu. Suka nge-hang kalo kata bu Betty.. hihi..
Banyak pengalaman baru yang pernah aku alami bersama kedua guruku ini, kami ke Jogja bersama kontingen Lampung dengan Mbak Nanik yang kami juluki si 'maniak belanja' (ooopss). [Maaf ya mbak, cuma bercanda.. hehe]
Aku sebagai penari berpasangan yang tidak disangka-sangka meraih juara dua tingkat provinsi, hihihi.. Alhamdulillah. Terus bikin drama dubbingan kelas yang agak 'weird' menurutku, soalnya jalan ceritanya nggak jelas. Selain itu ketika dipentaskan antara suara dubbingnya dengan gerakan mulut nggak sama. Soalnya lupa ngomong apa di teks skenarionya. hehe. Oh iya, Dulu juga aku pernah disuruh buat lagu lalu dinyanyikan sendiri, ketika tampil aku malah lupa dg liriknya, padahal itu lirik buatanku sendiri. haha.. dll. Aku pelupa banget orangnya ya.. huhu. Suka nge-hang kalo kata bu Betty.. hihi..
Terimakasih banyak guru-guruku... Mudah-mudahan Allah senantiasa memberkahi ibu-bapak dan sehat selalu ya.... Aamiin.... :)
Oh iya, ada
juga staffnya, ada bu Rusdiati, pak Suman, pak Lis (Abu Mansur), pak Eki, pak
Hapzi, bu Maria, bu Marlina, bu Sella, bu Yuani, ada pak Bahar dan pak Wargo, ada
juga teman seperjuangan Kak Adi Sutrisno.. :) [Inget ST12 kan?], dan Mbak Azizah juga ada... hehe..
Aku kemudian
berfikir, alangkah hebatnya seorang guru. Bisa mengubah karakter seseorang dari
buruk menjadi bagus. Mengajari dari tidak bisa menjadi bisa. Dari nol gede
menjadi seratus. Dari seorang minder, pesimis, dan tidak percaya-diri menjadi
optimis dan bersemangat. Keren dan sungguh mulia. Aku ingin seperti itu. Aku
ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, untuk bangsaku dan
umatku. Aku ingin menjadi pelopor pemecah kesusahan manusia di bumi, dan
kuncinya adalah ada di bidang pendidikan. Aku ingin menjadi seorang pendidik.
Aku ingin menjadi seorang guru. In sya'a Allah.. Akhirnya...
Terakhir, ada
satu pesan yang aku ingat, yaitu; “Dimana saja bumi dipijak, disitulah langit
dijunjung...” Memang betul, sebagai seorang musafir di muka bumi ini, kita
haruslah berbuat baik yang bermanfaat untuk orang lain. In sya’a Allah,
kita bisa istiqomah di atas jalan kebenaran di bawah bimbingan Allah azza wa
jalla... Sampai Allah memanggil kita untuk kembali ke sisi Nya...
Oh iya, aku
masih ingat kok jargon sekolahku, nih: SMK, Bisa! Hehe...
Paling terakhir
aku berdoa kepada Allah dalam setiap hembusan nafasku...
“Allahumma inni an usyrika bika syai-an
wa anaa a’lamuhu, wastaghfiruka limaa laa a’lamuhu.”
“Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
menyekutukan-Mu dengan sesuatu apa pun padahal aku mengetahuinya, dan aku
memohon ampun kepada-Mu untuk apa yang tidak aku ketahui.”
Semoga
bermanfaat, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...


